Selain itu, ungkap Bobby, Pemko Medan telah menjadi market bagi para pelaku UMKM, terutama sektor kuliner dengan memasukkan ke dalam e-Katalog Pemko Medan. Artinya, untuk makan dan minum di lingkungan Pemko Medan saat ini telah menggunakan kuliner dari pelaku UMKM. Di samping itu juga dalam upaya mengembangkan sekaligus UMKM, jelasnya, Pemko Medan telah menghadirkan program sakasanwira (satu kelurahan satu sentra wirausaha).
Yang teranyar, Jumat (19/11), Pemko Medan menggelar Pekan Kuliner Kondang UMKM (PKK UMKM) Kota Medan di seputaran Gedung Warenhuis dan halaman Kantor Wali Kota Medan sebagai bentuk dukungan dan upaya sekaligus wadah bagi pelaku UMKM agar lebih dikenal masyarakat. Bersamaan itu Bobby Nasution juga telah menjadikan Balai Kota Medan sebagai destinasi wisata baru. Setiap Sabtu malam, Balai Kota dibuka untuk warga.
Selain menikmati aneka kuliner, masyarakat juga disungguhkan pertunjukan seni, budaya serta pertunjukan lainnya yang ditampilkan sejumlah komunitas. Meski demikian protokol kesehatan diberlakukan dengan ketat, serta warga yang bisa memasuki Balai Kota harus sudah divaksin. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19. Sebab, Bobby ingin ekonomi dan kesehatan harus berjalan dengan baik.












