Mengatasi persoalan sungai ini, Bobby Nasution mengatakan, Pemko Medan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Sumut dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II selaku pihak yang berwenang dalam penanganan sungai agar melakukan normalisasi.
“Kami mendorong untuk dilakukannya normalisasi sungai. Dengan demikian jika di gunung hujan, maka ketinggian air tidak seperti ini lagi. Artinya, jika ketinggian air sungai dapat kita kontrol dengan baik, otomatis aliran drainase bisa lebih cepat,” paparnya.
Sementara itu Kepala BPBD Kota Medan HM Husni yang ditemui di lokasi banjir menjelaskan, banjir terjadi dipicu cuaca ekstrim dan tingginya intensitas hujan di hulu sungai yang bermuara ke Kota Medan. Kondisi itu, imbuhnya, menyebabkan kawasan yang dilintasi sungai menjadi banjir.
“Ada beberapa titik yang menjadi konsentrasi evakuasi yakni Jalan Perjuangan, Kelurahan Hamdan, Aur dan Badur serta Perumahan Bumi Asri. Saat ini tim kita tengah melakukan evaluasi,” jelas Husni.
Selanjutnya Husni menjelaskan, warga yang dievakuasi di Jalan Perjuangan ditempatkan di Masjid Al Huda Lingkungan XIII. Saat ini, jelasnya, ada 31 warga yang ditampung di masjid tersebut dengan perincian bayi 2 orang, anak-anak 7 orang, dewasa laki-laki 4 orang dan dewasa perempuan 18 orang.












