Sementara motif Pintu Aceh sendiri terinspirasi dari perhiasan Pinto Aceh yang dikerjakan seorang pengrajin perhiasan emas bernama Utoh Mud pada zjaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1935. Pembangunan Pinto Aceh terilhami dari desain monumen peninggalan Sultan Iskandar Muda yaitu Pinto Khop, Pintu Taman Ghairah yang merupakan Taman Kesultanan Aceh.
“Kami berharap, hijab motif etnik daerah ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat masyrakat luas, tidak hanya Sumut,” sebutnya.
Turut hadir Wakil Ketua Dekranasda Sumut Sri Ayu Mihari, Ketua Bhayangkari Sumut Rita Panca Putra, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sumut Suherman, Kepala Perindustrian dan Perdagangan Sumut Aspan Sofian, dan Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumut Yulidar Bugis.
Penulis : Aris Harianto
Editor : Sholeh Pelka












