Pada saat itu, Bobby Nasution meminta agar pihak kecamatan, kelurahan, maupun kepala lingkungan yang melakukan pendataan untuk DTKS benar-benar objektif.
“Jangan terdengar lagi anggapan yang masuk daftar penerima bantuan itu keluarga-keluarga kepling, lurah, camat, orang-orang dekat,” ujar Bobby Nasution disambut tepukan tangan kaum ibu tersebut. “Bantuan pemerintah harus benar-benar tepat sasaran,” tandas Bobby Nasution.
Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution juga mengingatkan agar warga segera mengurus BPJS. Dia menargetkan pada 2024 seluruh warga Medan dapat tercover BPJS dengan anggaran Pemko Medan.
Selain soal bantuan sosial, soal begal dan keamanan juga menjadi kekhawatiran warga. “Saya Ani Sumarni, Pak. Jualan pecel. Saya mau Medan aman, Pak. Tidak ada begal. Saya takut, Pak. Soalnya anak saya ojek online Pak,” ungkapnya.
Bobby Nasution mengaku memahami kekhawatiran ini. Dia mengatakan telah meminta kepada pihak kepolisian untuk bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan. Menantu Presiden Joko Widodo ini juga menilai, perlu diperbanyak lagi patroli untuk menjamin keamanan warga Medan.












