Di tempat yang sama, Dr Abdul Latif selaku Komisioner KPAD Provinsi Sumsel menjelaskan terkait penanggulangan tawuran dan perkelahian pelajar anak di bawah umur, kegiatan yang telah dilakukan oleh KPAD Provinsi Sumsel yaitu memahami penyebab, dampak dan upaya pencegahan tawuran serta perkelahian pelajar dan anak dibawah umur sangat penting bagi kita semua.
Dan dari Kasubdit Binpolmas Dit Binmas Polda Sumsel Akbp H Ali Sadikin S,ag M.Si, mengatakan maraknya tawuran tersebut khususnya di kalangan pelajar dan anak di bawah umur menjadi masalah serius yang harus segera disikapi oleh penegak hukum, keluarga dan masyarakat agar mengurangi rusaknya moral anak muda yang terjerumus dalam pergaulan bebas.
Sementara itu, penyebab yang ditimbulkan kenakalan di kalangan remaja sering disebabkan oleh faktor internal maupun Eksternal, khusus kasus tawuran di kalangan pelajar atau anak di bawah umur yang kerap terjadi merupakan imbas dari lingkungan keluarga yang tidak harmonis dan kontrol diri yang lemah.
Sementara itu, A Latif Mahfuz menyebutkan komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Sumsel selama 2023 tercatat terbanyak tingkat pelajar Sekolah (SLTA) maupun SMK di Provinsi Sumsel meninggal dunia akibat tawuran.












