Afandi menambahkan, pertumbuhan investasi yang signifikan berpotensi berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Ia menyebut, persoalan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani melalui penciptaan lapangan kerja baru.
“Dengan meningkatnya investasi, penyerapan tenaga kerja pasti akan terjadi. Memang ini yang kita harapkan. Karena pengangguran adalah masalah yang harus cepat diselesaikan,” ujarnya.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar Pemko Medan tidak hanya berfokus pada besaran nilai investasi, tetapi juga memperhatikan kualitas dan dampak jangka panjangnya terhadap perekonomian lokal. Salah satu hal yang menjadi sorotannya adalah keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai investasi yang masuk.
“Tak hanya kuantitas, kualitas juga harus diperhatikan. Pastikan juga UMKM lokal kita bisa masuk dan berkembang,” tuturnya.
Sebagai informasi, dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Pemko Medan mencatat realisasi investasi sebesar Rp14,5 triliun dari target awal Rp7,6 triliun. DPRD berharap capaian tersebut dapat terus ditingkatkan dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pemerataan manfaat, dan penguatan sektor usaha lokal.












