Ia mengatakan, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari penindakan terhadap bandar, pemutusan aliran pendanaan, hingga penelusuran jaringan yang diduga memberikan perlindungan terhadap bisnis ilegal tersebut. Dengan demikian, efek jera dapat tercipta dan peristiwa serupa diharapkan tidak kembali terjadi.
Lebih lanjut, Dr. Sa’i mengapresiasi instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang meminta seluruh jajaran memperkuat upaya pemberantasan narkotika. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen negara dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Saya mendukung penuh langkah Kapolri untuk terus memberantas bandar narkoba tanpa pandang bulu. Negara tidak boleh kalah melawan jaringan narkotika. Keselamatan masyarakat dan masa depan generasi bangsa harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Dr. Sa’i juga mengajak masyarakat agar berperan aktif membantu aparat penegak hukum dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.






