Djohar menginginkan Langkat suatu saat nanti melahirkan seorang menteri, terkhusus menteri pendidikan. Itu salah satu harapan diadakannya perpustakaan nasional di Langkat.
Dirinya ingin masyarakat Indonesia, Langkat khususnya seperti masyarakat di Jepang yang kecanduan, hobi dan suka membaca. Sayang melewatkan waktunya untuk tidak membaca.
“Satu buku bisa dibaca hanya dalam waktu dua hari. Ini karena masyarakat Jepang sudah mencintai membaca. Semoga dengan adanya perpustakaan nasional di Langkat, minat warga Langkat untuk membaca meningkat,” harapnya.
Pihaknya juga sedang berupaya merubah teknik belajar. Kebanyakan para murid mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mata pelajaran matematika, akan diubah PR dengan lebih sering menghafal, sehingga terbiasa membaca.
“PR biasa matematika, akan kita ubah dengan hafalan, agar mereka terbiasa membaca. Dengan terbiasa membaca, mereka dengan banyak ilmu, dan mampu menularkan dan bercerita kepada orang lain. Sehingga ilmunya tersebar kepada siapa saja,” sebutnya.
Ia pun mengagumi kinerja Perpusnas yang bekerja luar biasa untuk meningkatkan gemar membaca masyarakat dan edukasi literasi, meski dengan anggaran minim.












