“Saya sudah lima kali datang ke Dinas Sosial, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan untuk anak saya yang berkebutuhan khusus,” kata Juliana.
Menanggapi hal tersebut, Godfried meminta warga tersebut melengkapi dokumen administrasi agar dapat dibantu pengurusan bantuan PKH Medan Makmur.
Ia menyebut pemerintah memiliki program bantuan khusus untuk penyandang disabilitas dan lansia, meski kuotanya masih terbatas.
Sementara itu, warga lainnya bernama Agus mempertanyakan soal permodalan UMKM, pelayanan BPJS di rumah sakit hingga penyaluran bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran.
Agus mengatakan masih ditemukan masyarakat mampu yang menerima bantuan sosial, sedangkan warga kurang mampu justru tidak mendapatkan bantuan.
“Kalau ada yang punya mobil dan rumah masih dapat bansos, sementara yang benar-benar susah tidak dapat, ini harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Keluhan lain datang dari seorang warga yang mengaku status suaminya di data BPJS tercatat meninggal dunia padahal masih hidup. Akibatnya, ia kesulitan mengurus berbagai administrasi.
Selain itu, seorang warga bernama Vina juga mengeluhkan pelayanan dokter gigi di puskesmas yang disebut mengarahkan pasien melakukan perawatan di praktik pribadi.












