“Dan peran kami di Kementerian Ketenagakerjaan adalah menyiapkan modalitas mulai dari tempat pelatihan dalam konteks itu adalah skill siap kerja terkait dengan green jobs ini sendiri. Kemudian penyiapan kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi sampai kepada rekognisi,” katanya.
Persiapan tersebut mencakup keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, penyusunan kurikulum, peningkatan kapasitas instruktur, penyediaan fasilitas pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta proses rekognisi.
Yassierli menekankan bahwa pengembangan green jobs membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Menurut dia, persiapan tenaga kerja perlu dilakukan sejak awal agar transformasi menuju ekonomi hijau tidak menimbulkan kesenjangan baru dalam dunia kerja.
“Dan ini harus menjadi kesempatan yang kita ambil, kita siapkan dari awal. Karena semangatnya transisi energi pun semangatnya adalah no one left behind,” pungkasnya.
Informasi mengenai langkah Kemnaker tersebut disampaikan Biro Humas Kemnaker dalam rangkaian kegiatan Indonesia’s Green Jobs Conference 2026.












