Perang Dagang Indonesia Vs Uni Eropa dan AS
Sikap AS Dan Uni Eropa yang tidak respek terhadap kemenangan Prabowo-Gibran tidak lepas dari perang dagang yang terjadi antara Indonesia dengan Uni Eropa dan AS terkait kebijakan Presiden Jokowi yang melarang ekspor nikel serta hilirisasi nikel yang berdampak buruk dan merugikan perusahaan industri baja di negara negara Uni Eropa, di sisi lain kebijakan Jokowi tersebut justru membuat Indonesia mendapat keuntungan hingga 10 kali lipat, selain itu kebijakan hilirisasi juga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar.
Walaupun Indonesia kalah dalam gugatan Uni Eropa menyangkut kebijakan hilirisasi tersebut, tetapi Presiden Jokowi tetap ngotot mengajukan banding atas keputusan WTO yang tidak adil serta mengusik kedaulatan RI sebagai negara berdaulat.
Di sisi lain, Indonesia juga berhadapan dengan kebijakan pemerintah AS yang merugikan ekonomi Indonesia. Kebijakan AS untuk memberikan subsidi hijau bagi mineral yakni nikel untuk kendaraan listrik membuat baterai yang mengandung komponen sumber Indonesia tidak bisa masuk ke pasar Amerika Serikat .












