Hak Angket Agenda Asing
Mengacu pada kondisi objektif di atas, tentu saja kemenangan Prabowo-Gibran membuat galau pihak UE maupun AS. Tergambar di mereka pertarungan dagang produk sawit dan nikel dengan Indonesia akan berlangsung lebih lama dan alot yang bukan saja merugikan secara ekonomi tetapi juga berpotensi membuat bangkrut perusahaan mereka yang bergerak di industri baja maupun perkebunan minyak nabati, hal ini tentu bisa berdampak pada stabilitas ekonomi maupun politik di negara tersebut.
Untuk itu Uni Eropa dan AS sangat punya kepentingan untuk mempengaruhi hasil pilpres 2024 yang ada di Indonesia, agar rezim pasca Jokowi lebih akomodatif terhadap kepentingan ekonomi-Politik kedua negara besar tersebut.
Kepentingan asing ini bertemu dengan borjuasi lokal yang selama ini hidup dan besar dari fee export dan import bahan mentah. Kebijakan hilirisasi Presiden Jokowi di berbagai produk dan nikel membuat mereka kehilangan pendapatan dan kekuasaan.
Maka tidak heran isu yang diangkat timses 01 dan 02 selalu sejalan dengan kepentingan asing untuk menggerus suara pasangan Prabowo-Gibran, mulai dari isu HAM, IKN, sisi negatif hilirisasi, stigma kegagalan food estate hingga politik dinasti yang dilekatkan ke Jokowi.












