“Halal bihalal ini tidak pernah dicontohkan Nabi Muhammad SAW, tapi di dalamnya terdapat sunnah seperti bersilaturahmi. Itu yang masuk dalam kategori bid’ah hasanah,” tambahnya.
Acara tersebut diawali dengan pembacaan istighfar, pujian kepada Tuhan, serta lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan tausiah keagamaan yang menekankan pentingnya ilmu dalam setiap amal perbuatan.
Dalam kesempatan itu, TGD mengingatkan agar umat tidak melakukan sesuatu tanpa dasar pengetahuan yang jelas. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk taqlid buta.
“Segala perkataan dan perbuatan wajib diketahui dasarnya. Jangan asal ikut tanpa ilmu, itu taqlid buta,” paparnya.
Kegiatan halal bihalal tersebut kemudian ditutup dengan saling bersalaman, bermaaf-maafan, serta makan bersama sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi antarjamaah.












