Secara terpisah, Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas, menyampaikan bahwa dari aspek ketersediaan pasokan, bahan pangan di pasar tradisional Kota Medan masih berada dalam kondisi cukup. Meski demikian, ia mengakui adanya gangguan distribusi di beberapa daerah pascabencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumatera Utara.
“Berdasarkan hasil survei lapangan dan keterangan pedagang, pasokan bapokting di Kota Medan relatif aman. Kenaikan harga pada beberapa komoditas lebih dipengaruhi oleh faktor distribusi dan biaya logistik, bukan karena kelangkaan barang,” ujar Ridho dalam keterangannya.
Ridho menjelaskan, dari perspektif pengawasan persaingan usaha, pergerakan harga yang terjadi saat ini masih tergolong fluktuasi yang wajar menjelang HBKN. KPPU, kata dia, belum menemukan indikasi adanya praktik persaingan usaha tidak sehat di tingkat pedagang pasar.
Namun demikian, KPPU tetap menekankan perlunya kewaspadaan terhadap rantai distribusi yang panjang serta potensi konsentrasi pasokan pada level tertentu. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada pembentukan harga di tingkat konsumen apabila tidak diawasi secara berkelanjutan.






