Tapanuli Utara, kedannews.co.id – Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda Kabupaten Tapanuli Utara pada Kamis sore, 8 Januari 2026, dan memicu bencana hidrometeorologi di dua kecamatan, yakni Tarutung dan Sipoholon. Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan warga terdampak setelah puluhan rumah terendam banjir, tertimpa longsor, hingga mengalami kerusakan atap.
Cuaca ekstrem mulai terjadi sejak sore hari, ketika intensitas hujan meningkat tajam dan angin bertiup kencang selama beberapa jam. Kondisi ini membuat sejumlah aliran air meluap ke permukiman warga, sementara tanah di beberapa titik tidak mampu menahan debit air yang tinggi hingga memicu longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Utara, Budiman Gultom, mengatakan bencana tersebut berdampak signifikan terhadap permukiman warga di kedua kecamatan. “Akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda, seratusan rumah penduduk mengalami banjir, longsor, hingga kerusakan,” ujarnya, Jumat (9/1).
Berdasarkan pendataan sementara BPBD, total 117 unit rumah terdampak. Di Kecamatan Sipoholon, khususnya Desa Hutauruk, tercatat 85 rumah warga mengalami banjir, tertimbun material longsor, serta kerusakan pada bagian atap akibat terpaan angin kencang. Sementara itu, di Kecamatan Tarutung, sebanyak 32 rumah mengalami kondisi serupa.












