Budiman menjelaskan, dampak bencana tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga. Sejumlah keluarga terpaksa membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah, sementara sebagian lainnya melakukan perbaikan darurat untuk melindungi bangunan dari hujan susulan.
“Tim kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan, pendataan, dan memastikan kondisi warga. Saat ini fokus kami adalah memastikan keselamatan masyarakat serta mengantisipasi potensi bencana lanjutan,” katanya.
BPBD Tapanuli Utara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, warga diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, genangan air yang tidak normal, atau kerusakan bangunan yang membahayakan keselamatan.
Hingga Jumat siang, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas terkait.












