“Ya salah. Pasti salah,” ujar Zulkifli.
Ia berharap Galih dapat memberikan klarifikasi secara terbuka terkait maksud pernyataannya tersebut.
“Artinya kita minta klarifikasi dari Galih. Jujur aja mengakui dan keliru. Saya rasa selesai,” terang Zulkifli.
Informasi yang dihimpun, polemik ini bermula dari pertemuan di kediaman H Yudi di Jalan Japaris, Medan, Selasa (05/05/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Dalam pertemuan itu, H Yudi menyampaikan dirinya belum pernah mendengar adanya ajaran yang menyebut attahiyat tidak dibaca dalam sholat.
“Tapi kalau tahiyyat, saya belum pernah dengar dari ulama, tapi tetap dibaca attahiyat dalam sholat. Kalau Pak Galih dengar terserah aja,” ujar H Yudi.
Menanggapi hal tersebut, Galih disebut menyampaikan bahwa dirinya memiliki rekaman terkait penjelasan tersebut.
“Saya rasa ada rekamannya. Ada. Kalau itu tak mungkin berbuat tanpa dasar,” kata Galih dalam pertemuan itu.
Galih juga menyampaikan penjelasan mengenai makna tahiyyat menurut pemahamannya dan menyebut akan mengirimkan rekaman penjelasan Tuan Guru kepada H Yudi.
“Nanti saya kirimkan aja ji (Haji Yudi), rekaman Tuan Guru arti tahiyyat itu apa, bukan penghormatan,” ungkap Galih.












