Mendengar kabar adik kandung ditendang dan ibunya (Maimunah), mau dibacok, Ibrahim abang kandung dari Ismail menjumpai Legino dikediamannya, sambil mengatakan akan mengganti sepeda motor yang digadaikan adik kandungnya.
“Kita bicarakan baik – baik pak, sepmor bapak nanti aku yang tebus, ini kami lagi mencarikan uangnya, ayok kita kerumah ayah, kita rembukkan lagi,” ucap Ibrahim.
Warga saat itu masih ramai dan saya mengira ayah saya hanya menumbuk dada korban, ternyata pisau belati sudah masuk kedalam dada, ulas Ibrahim.
Korban sempat dibawa ke klinik Harun, namun tidak sanggup, lalu dibawa ke Tebing Tinggi, namun dioerjalanan korban sudah meninggal.
Saat dikonfimasi kepada pelaku MY, dengan tegas ia mengatakan siap menanggung apa dilakukannya.

“Tangan mencincang bahu memikul,” ucap MY.
Silap aku melihat dia mau membacok istriku, dan aku gak tahu dimana aku mengambil pisau, aku MY.
Menurut keterangan pelaku, MY, saat melihat istrinya mau dibacok langsung menangkap parang yang dipegang oleh Legino.
“Parang yang dipegang besanku (Legino) langsung kupegang, sambil menenangkan,” aku MY
Sabar dulu besan, nanti kutebus keretamu, biar kujual dulu gubukku ini, ucap MY.












