“Melalui program Polisi Bersama Masyarakat ini, kami ingin menegaskan bahwa polisi merupakan bagian dari masyarakat. Polri harus senantiasa hadir untuk memberikan pelayanan terbaik, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ujar Sonny.
Persatuan dan Kerukunan Perlu Terus Dijaga
Kapolda Sumut menegaskan bahwa tugas menjaga keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Dukungan masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga generasi muda diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah belah. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi landasan untuk memperkuat sikap saling menghormati demi menjaga persatuan bangsa.
“Jangan sampai perbedaan yang ada justru melemahkan persatuan dan kesatuan kita. Mari bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tidak mudah dipecah belah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Menurut Sonny, hubungan antara polisi dan masyarakat juga perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan kegiatan bersama. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin mudah menyampaikan persoalan yang dihadapi serta memperoleh bantuan ketika dibutuhkan.
Narkoba Jadi Ancaman bagi Generasi Muda
Selain persoalan persatuan, peredaran narkotika menjadi perhatian khusus dalam pesan yang disampaikan Kapolda. Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba berpotensi merusak masa depan generasi muda, menghancurkan kehidupan keluarga, serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.












