Afandin menegaskan untuk hewan sapi yang akan di qurbankan akan terus diawasi dan dipantau kesehatannya oleh dinas dan pihak terkait.
Sementara Kapoldasu mengajak semua pihak untuk bersinergi mencegah penularan virus PMK.
“Ini menyangkut keselamatan orang banyak. Jadi TNI/Polri dan pemerintah harus bersinergi menangani virus ini,” sebutnya.
Diketahui dari sembilan (9) desa yang ada di Kecamatan Besitang sudah lima (5) Desa terkena virus. Harus terus diantisipasi agar empat (4) Desa lainnya tidak tertular.
“Upayakan isolasi untuk lima desa itu agar tidak berkembang di empat desa lainnya,” tandasnya.
Selanjutnya Kapoldasu menerangkan bahwa sosialisasi tindakan yang sangat penting agar memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan kesehatan hewan ternaknya.
Pemerintah juga harus tetap memberi pengawasan untuk hewan yang akan di qurbankan pada idul adha nanti.
Siapkan edaran di posko-posko, Bahbinkamtibmas dan Babinsa harus sama-sama membantu masyarakat untuk selalu memberi data tiap hari dan laporan.
“Kita lakukan tracing, penyakit hewan ke hewan lain. Kami hanya bisa menjaga seperti pendekatan kepada peternak masalah obat. Jadi hewan yang mau di potong dan di angkut harus memiliki surat keterangan kesehatan,” imbuhnya.












