Selain hutan dan sungai, Bukit Lawang dan Tangkahan kata Ijeck memiliki hewan endemik orangutan dan gajah. “Potensi sudah ada. Karena itu, kami mau agar bisa didorong salah satunya untuk membangun home stay. Selain itu, perlu pengembangan dan pembangunan lain yang tidak memanfaatkan hutan. tapi memanfaatkan lahan masyarakat atau desa itu sendiri,” ujarnya.
Gus Halim sapaan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar didampingi Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Sugito dan Staf Khusus Ahmad Iman menyambut baik apa yang dipaparkan Ijeck. Pihaknya mengaku mendukung pengembangan potensi desa wisata di Sumut khususnya di Bukit Lawang dan Tangkahan dan akan bergerak memastikan prioritas desa mana saja yang paling memungkinkan dijadikan sebagai pilot project.
“Kami siap mendukung dan dampingi, kita akan mengirim tim untuk memastikan prioritas yang paling memungkinkan dilakukan percepatan sebagai pilot project, termasuk pemanfaatan dana desanya oleh BUMDes,” ujar Gus Halim.
Mendengar paparan terkait potensi yang dapat dimanfaatkan juga dikembangkan di Bukit Lawang dan Tangkahan, Gus Halim mengaku antusias. Ia mengaku saat ini Kemendes PDTT tengah menyiapkan aplikasi Desa Wisata Nusantara serta buku pedoman untuk BUMDes dalam hal pengelolaan usahanya.












