“Ini membuktikan bahwa sang toke judi diduga dibackup oleh oknum tertentu, sehingga terkesan kebal hukum. Terlihat dengan buka tutup di satu lokasi judi yang telah di garis polisi tampak semakin mencurigai, sangat aneh terlihat. Seharusnya Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda SH SIK dan bahkan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi bertindak cepat sesuai dengan motto mereka Polisi Presisi”, terang Ustad Masdar Tambusai SAg, selaku Ketua Gema (Generasi Muda) DMI (Dewan Mesjid Indonesia) Provinsi Sumatera Utara, Selasa (29/3/2022).
Masih kata Masdar, Gema DMI dan Warga akan menyatukan barisan untuk melakukan aksi damai guna menutup lokasi judi dibeberapa daerah Kota Medan. Bagaimana warga tak resah, suami dan anak mereka sebagai pengunjung tetap yang menghabiskan uang mereka di meja judi. Ini jaman Covid-19 Varian Omicron, virus semakin merajalela sama seperti penyebaran judi di Kota Medan khususnya.
“Lokasi judi itu sudah sangat merasakan warga sekitar, jadi aparat penegak hukum diminta tindak tegas dan jangan main mata lagi dengan para cukong. Apalagi ini akan memasukI Bulan Suci Ramadhan, harus menghormati kerukunan antar umat beragama. Jadi kalau tak ada tindakan maka Gema DMI akan menyurati pihak kepolisian, jika tidak juga ada gebrakan maka kami bersama warga akan menyatukan barisan melakukan aksi demo secara damai untuk meminta menutup bisnis haram tersebut”, ujar Masdar.












