Tulungagung, kedannews.com – Keberadaan Pekerja Seks Komersial ( PSK) di Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, sudah ada sejak doeloe (dulu – red) bahkan menjadi bagian dari kehidupan.
Seiring berkembangnya waktu, lambat laun keberadaan PSK di pinggir bantaran sungai dan dekat rel Kereta Api (KA) yang telah mengukir sejarah cukup panjang, kini sudah jauh berkurang.
Lurah Kelurahan Bago, Sutrimo, menjelaskan, sampai sekarang lokalisasi tersebut masih ada, namun warga setempat tidak begitu terusik, karena sudah ada sejak dahulu. Selasa (18/01/2022).
“Sejak saya belum lahir sudah ada PSK yang beraktifitas di pinggir kali dan bantaran rel KA,” sebut Sutrimo.
Sekitar tahun 1960 an, lokakisasi di kenal dengan sebutan Bok abang (Jembatan merah) atau di juluki Bago Pinggir Kali ( Bali) karena lokasinya behadapan dengan sungai ( kali).
Dalam bermasyarakat, hubungan interaksi sosial ke warga positif, karena mereka bisa menjaga lingkungan dan hidup berdampingan. Mayoritas penghuninya adalah pendatang dari luar kota sudah berumur 60 tahun ke atas, katanya.
Kita belum bisa untuk menutup secara spontan, bentuk perhatian pemerintah tidak bisa full, karena anggarannya tidak ada.












