“Begitu ada peristiwa, kita minta polisi segera melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap para pelaku begal. Tindak tegas semua, kalau bisa tangkap sampai ke penampungnya (penadah). Apalagi saat ini hampir di setiap sudut Kota Medan terdapat kamera CCTV yang bisa mempermudah pihak kepolisian mengidentifikasi para pelaku,” ujar Roby Barus, baru-baru ini.
Roby bahkan menyarankan agar para bintara polisi yang baru lulus untuk diperbantukan melakukan patroli sejak malam hingga pagi hari untuk menekan aksi kriminal di jalan.
“Kalau memang kekurangan personil, perbantukan Sabhara ataupun Brimob untuk patroli dini hari. Untuk apa mereka dibiarkan di Barak, lebih baik difungsikan. Seperti mengatur lalu lintas saat sore hari sudah bagus, namun lebih bagus lagi jika difungsikan untuk patroli. Sebab begal ini sudah sangat meresahkan masyarakat,” tambah Ketua Fraksi PDIP DRPD Medan ini.
Roby menilai, seharusnya pihak kepolisian sudah melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang rawan terjadi aksi kriminal. Sebab, aksi kriminal dominan terjadi berulang-ulang di lokasi dan waktu yang sama.
“Jadi para pelaku kejahatan ini seperti tahu kapan harus beraksi dan menghindari polisi. Untuk itu, polisi jangan sampai kalah strategi dengan pelaku kejahatan. Saya rasa teknisnya polisi lebih paham, hanya permasalahan mau atau tidak saja. Kita tidak ingin begal ini kembali marak lagi, oleh sebab itu kepolisian harus melakukan penanganan yang intensif,” katanya.












