Dalam hal ini, kata anggota Komisi B DPRD Sumut ini, Pemprovsu perlu melakukan langkah-langkah terukur dan terarah guna mengatasi masalah PMK ternak sapi. Terlebih ini menjelang Hari Raya Qurban, akan banyak sapi yang dibutuhkan. Selain itu para peternak dihimbau untuk sementara tidak melepas liar ternaknya, tapi dikandangkan sementara waktu hingga situasi benar-benar aman.
“Saya juga mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dan sedang dilakukan Pemprovsu bersama pihak terkait yaitu Poldasu, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Provinsi dan Pemkab telah melakukan beberapa hal. Namun perlu juga dilakukan menutup sementara lalu lintas keluar masuk hewan ternak / Lockdown di 48 desa yang sudah terjangkit. Hal ini kita harap harus dilanjutkan dengan langkah-langkah pembatasan lalu lintas hewan antar kota dan segerakan pengobatan / vaksinasi bagi seluruh ternak di Sumut,” ujar Hadian.
Hal serupa disebutkan Hendro Susanto, karena PMK menyerang ribuan ternak sapi di sejumlah daerah termasuk Sumut jangan sampai mengganggu kekhidmatan perayaan Idul Adha, apalagi sampai mengakibatkan krisis daging kurban. Semua pihak terkait baik panitia kurban dan dinas peternakan kabupaten/kota, penyuluh dan pengawas kesehatan hewan ternak harus proaktif bekerja sama mengecek kesehatan hewan kurban, agar tidak ada hewan kurban yang terpapar PMK.












