Untuk mengantisipasi hal itu, Hendro minta Dinas Peternakan berkoordinasi dengan kabupaten/kota melalui tenaga penyuluh maupun pengawas kesehatan hewan agar betul-betul memeriksa hewan yang akan dikurbankan benar-benar bersih. “Jangan sampai ibadah kurban malah menjadi malapetaka baru. Misalnya hewan ini berpenyakit lalu dikonsumsi manusia, meski kata peneliti, penyakit ini tidak berpengaruh pada manusia, tapi itu tidak layak dan tidak sesuai ketentuan agama, karena hewan kurban harus sehat atau tidak berpenyakit,” tambahnya. (CutRiri)
Merebaknya PMK Landa Sapi, FPKS Himbau BKM Selektif Pilih Hewan Qurban












