Keterangan Korban: “Kami Sekeluarga Terkejut, Kereta Tiba-Tiba Muncul”
Pengemudi mobil, yang hanya disebut Jaldi, mengaku keluarganya hendak menuju rumah kerabat di kawasan Cingwan saat insiden terjadi.
“Kami sekeluarga mau ke rumah keluarga di Cingwan. Tiba-tiba kereta dari arah Medan menuju Belawan datang dengan kencang. Saya tidak dengar suara klakson dari jauh, makanya kami kaget,” tutur Jaldi dengan wajah pucat.
Menurut Jaldi, kereta api yang menabrak mobilnya tidak membawa gerbong, hanya satu lokomotif kepala dengan kecepatan tinggi.
“Saya belum sempat melintas, tiba-tiba kereta langsung menghantam bagian depan mobil. Kami berlima di dalam mobil terpental. Kepala saya luka di sebelah kiri, istri saya luka di wajah, dan anak-anak saya selamat,” ungkapnya.
Warga Desak Pemasangan Palang Pintu Resmi
Berdasarkan pantauan kru kedannews.co.id di lokasi, warga sekitar segera berdatangan membantu korban dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat. Namun, hingga beberapa saat setelah kejadian, belum tampak kehadiran petugas kepolisian di tempat kejadian perkara (TKP).
Warga berharap pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera memasang palang pintu resmi dan rambu peringatan di lokasi tersebut.
“Perlintasan ini sudah sering nyaris terjadi kecelakaan. Kalau tidak segera dipasang palang, bisa saja lain kali korban jiwa,” kata warga lain, Samsul Bahri, yang turut membantu evakuasi.












