“Jadi untuk kedepannya, saya berharap kepada pihak penyelenggara haji yang ada di tanah suci agar di perbaiki, jangan terulang kembali kejadian seperti ini,” ujarnya.
Dicontohkan Bayek, konsumsi makanan yang dikonsumsinya disana, seperti orang yang tidak ikhlas memberi makanan kepada orang.
“Pagi makan nasi kuning pakai tempe, siang dan sore itu juga, bagaimana mau menambah tenaga untuk melaksanakan ibadah haji yang membutuhkan kekuatan fisik,” ungkapnya.
Lanjut Bayek menyebutkan, adapun lauk pauk yang diberi kepada jemaah disana cara memasaknya tidak sempurna.
“Jangankan yang omak-omak lansia yang muda dan sehat walafiat saja dari hari kehari kekuatan fisiknya akan terus melemah jika di kasih makan kayak gini,” ucapnya.
Tidak sampai disitu, Bayek juga mengatakan MoU antara pihak terkait Indonesia dengan pihak konsumsi yang ada di tanah suci benar-benar ditaati.
“Akibatnya disana banyak yang muntah-muntah sakit dan diinfus karena sakit tidak makan,” imbuhnya.












