Secara khusus Rijaya menyampaikan rasa terimakasih kepada para tokoh adat yaitu 18 Raja (Red:Raja Sisampuluualu) atas doa-doa dan ritual yang sudah dilakukan demi memohon restu para leluhur agar semua pelayanan pelabuhan dan perjalanan KMP Jurung-jurung berjalan baik
“Hahomion ini yang kami tunggu sehingga kami tidak was-was dalam tugas-tugas kami. Kiranya keberadaan pelabuhan ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sebagaimana permintaan dari tokoh masyarakat,” katanya lagi.
Senada dengan itu Bupati Dairi, Eddy Berutu menyampaikan Pemerintah Kabupaten Dairi telah meminta pengembangan lintasan trayek dari Silalahi menuju Simanindo yang akan terealisasi pada tahun 2024 mendatang, trayek ini akan memperpendek jarak tempuh dari Silalahi ke Samosir dari 3 jam melalui darat menjadi 45 menit melalui danau.
“Besar harapan saya, keberadaan Pelabuhan ini didukung oleh masyarakat kecamatan Silahisabungan secara positif untuk kemakmuran masyarakat sehingga harapan kita mewujudkan Dairi unggul yang mensejahterakan masyarakat dalam harmoni keberagaman segera kita rasakan,” katanya.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala BPTD Kelas II Sumut, Dadan M.Ramdan, General Manager PT. ASDP Heru Wahyoni, dan Kepala KSOPP Danau Toba, Rijaya S, unsur Forkopimda, Kapolres Dairi AKBP Agus Bahari, Dandim 0206 Dairi Goklas Pirtahan Silaban, pimpinan OPD terkait, serta para tokoh adat dan tokoh masyarakat Paropo serta undangan lainnya.












