Batu Bara, kedannews.com – Kisruh di Internal Partai Demokrat (PD) yang sempat Viral Sepekan lalu, mendapat tanggapan serius dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah PD Kabupaten Batu Bara, Wan Helmi. Berikut penjelasan Wan Helmi saat di wawancarai awak media. Kamis (28/04/2022).
‘Saya pikir, hal ini saya lakukan bukan tanpa alasan. Ini adalah langkah yang tepat dan tegas terhadap kepengurusan yang tidak aktif, sehingga merugikan pergerakan partai Demokrat,” ungkap Wan Helmi.
Ia menjelaskan, sesuai anjuran instruksi ketua umum terpilih hasil kongres V Partai Demokrat pada tanggal 15 maret 2020 di Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memerintahkan kepada seluruh pengurus DPP, DPD, DPC, DPAC bahkan sampai ke tingkat ranting untuk segera melakukan validasi SK di tingkat masing-masing untuk mengganti susunan pengurus partai yang tidak aktif.
“Ini jelas kita lakukan seusai perintah Ketum DPP, bahwa bagi mereka yang sudah tidak aktif dalam pengurusan, pindah partai atau meninggal, maka seluruh ketua DPC se-Indonesia melakukan validasi semua PAC yang tidak aktif lagi maka harus diganti,” tegasnya.
Menurutnya, ada beberapa alasan pemberhentian ketua 5 PAC kecamatan itu, yakni Ketua PAC Kecamatan Air Putih diketahui sudah berpindah partai. Lalu Ketua PAC Kecamatan Sei Suka sudah berpindah tempat tinggal.






