Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan terhadap produktivitas ekonomi nasional jika diterapkan secara selektif.
Menurutnya, sektor-sektor vital seperti industri manufaktur dan layanan publik tetap dapat berjalan normal karena tidak semua jenis pekerjaan memungkinkan dilakukan secara jarak jauh.
Ia juga menambahkan bahwa pengurangan mobilitas masyarakat melalui WFH berpotensi menekan konsumsi BBM, meskipun besaran penghematannya bergantung pada fluktuasi harga minyak dunia.
Fokus Efisiensi Energi
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas energi di tengah dinamika global. Dengan pengurangan aktivitas perjalanan harian, diharapkan terjadi efisiensi penggunaan bahan bakar tanpa mengorbankan kinerja ekonomi secara keseluruhan.
Pengumuman resmi yang akan disampaikan pemerintah diharapkan memberikan kejelasan mengenai mekanisme dan teknis pelaksanaan kebijakan tersebut di seluruh Indonesia.






