“ Hal ini merupakan hasil kumulatif dari penilaian terhadap Pemkab Sergai atas empat perangkat daerah yang ditetapkan oleh Ombudsman sebagai lokus penilaian. Untuk itu pada tahun 2022, Ombudsman RI perwakilan Provsu kembali akan melakukan penilaian. Saya memerintahkan kepada seluruh kepala perangkat daerah agar fokus dan segera melakukan identifikasi evaluasi serta melakukan pemenuhan terhadap standar pelayanan, sebagaimana telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya lagi.
Dikatakan oleh Bang Wiwiek, penilaian yang akan dilakukan oleh Ombudsman RI tidak hanya mencari dan memperoleh predikat semata, namun merupakan kewajiban dan janji sebagai penyelenggara pelayanan yang dituangkan dalam maklumat pelayanan untuk dipenuhi. Dirinya meminta kepada seluruh perangkat daerah agar hasil penilaian yang disampaikan oleh Ombudsman RI dapat dijadikan sebagai instrumen dan tolok ukur perbaikan dalam kepatuhan terhadap standar pelayanan untuk peningkatan pelayanan menuju pelayanan prima.
“ Pemkab Sergai mempunyai komitmen untuk memberikan pelayanan prima bagi masyarakat dan kami mengharapkan agar Ombudsman RI yang memiliki kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik untuk terus memberikan pendampingan kepada kami melalui Bagian Organisasi Setdakab Sergai dan terus mendorong sehingga tercapainya kepatuhan terhadap standar pelayanan,” tandasnya.












