“Desainnya sudah selesai dan Bapak Menteri telah menyetujui pengerjaannya,” paparnya.
Pada dasarnya, jelas Arthur, banjir terjadi berasal dari luapan sungai, drainase yang tidak tertata dengan serta air pasang. Jika terjadi bersamaan, maka dampaknya sangat luas.
“Karena itu konsultan kami mempresentasikan penanganan banjir secara terintegrasi,” sebutnya.
Arthur mengatakan, penanganan banjir tidak hanya terfokus pada normalisasi saja, tapi bagaimana mengoneksikan drainase dari kota ke sungai. Di samping itu perlu juga diperhatikan penataan sistem drainase, diantaranya membuat kantong sedimen di drainase agar air tidak tersumbat dan mengalir lancar ke sungai.
Selanjutnya, konsultan dari Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR memaparkan penanganan banjir yang akan dilakukan secara rinci, termasuk penanganan banjir rob. Kemudian, konsultan yang dihadirkan PT Pelindo juga mempresentasikan tentang penanganan banjir rob di Belawan. Rapat juga diiisi dengan tanya jawab.
Di akhir rapat, Bobby Nasution mengharapkan agar pihak konsultan Kementerian PUPR melanjutkan rapat teknis dengan OPD terkait serta melibatkan pimpinan kewilayahan, khususnya Camat Medan Belawan dan Medan Labuhan.












