Ia menambahkan, pada tahun ini Polri menargetkan penyempurnaan sistem asesmen agar lebih adaptif dan objektif.
βTahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia,β ujarnya.
Assessment Center Polri berfungsi sebagai instrumen strategis untuk mengukur kompetensi manajerial calon pimpinan di berbagai tingkatan. Melalui pendekatan metodologi yang terstandar dan berbasis ilmiah, sistem ini dirancang memastikan prinsip right man on the right place berjalan konsisten, sekaligus meminimalkan potensi subjektivitas dalam promosi jabatan.
Dalam forum tersebut, Polri juga menghadirkan narasumber dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia guna memperkaya perspektif mengenai standar penilaian kompetensi terkini. Hadir pula jajaran Karo SDM Polda, Kabagpenkompeten, serta seluruh asesor Polri baik secara langsung maupun daring.
Sejak dirintis pada 2009, Assessment Center Polri terus mengalami perkembangan signifikan. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 1.763 asesor aktif tersebar di berbagai daerah. Sistem ini telah meraih akreditasi βAβ dari Badan Kepegawaian Negara serta sertifikasi ISO 9001:2015. Selain itu, lembaga ini juga mencatatkan sejumlah rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia terkait pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam kurun 15 tahun.












