“Alokasi dana yang diberikan Pemko Medan tidak hanya untuk angkutan lain namun juga diberikan bagi parbetor seperti untuk Metro Deli dll,” ungkap Kordinantor Aksi Johan Merdeka,
Sebelumnya Johan menjelaskan, “Betor digunakan membawa spanduk betor adalah adanya iming-iming namun itu boleh saja, kita ingin Betor Angkutan Wisatawan itu, mana!?” tutur Johan.
Sementara Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan Komisi IV Edward Hutabarat yang membidangi Kesejahteraan menanggapi hal Parbetor, adalah masalah kita juga.
“Hendaknya dibicarakan dulu baik-baik bersama OPD dan pihak Pemko Medan, agar ada solusi nantinya bisa dituangkan dalam program yang tepat sasaran,” tutur Edward Hutabarat.
Selanjutnya disampaikan Anggota DPRD Edward, sesuai kebutuhan sebanyak 3000 parbetor jumlahnya dalam wadah tersebut, kita akan panggil unsur OPD terkait dalam rapat dengar pendapat agar ada solusi terbaik, hendaknya tetaplah menahan diri agar tidak mau anarkis karena dipengaruhi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab supaya tujuan tercapai nantinya,” tutur Edward.
Selain itu, lanjut Edward, banyak abang-abang betor yang belum mendapatkan program Bantuan Kesejahteraan sosial seperti KIS/JKN,PKH, BPNT, KUBE,KIP,PIP dsb.












