“Dulu sebelum normalisasi, banjirnya meluap lebih tinggi. Kalau gak dinormalisasi, udah penuh ini semua. Benteng yang tinggi membuat air sungai tidak meluap begitu parah di Dusun 1,” katanya saat ditemui di sela-sela tinjauan di Dusun 1 Desa Sei Rejo.
Dari pantauan, pengerjaan normalisasi masih terus berlangsung. Alat berat bekerja mengangkat dan menepikan sedimentasi dari sungai sehingga terbentuk benteng.
Berdasarkan data terakhir dari BPBD, jumlah warga terdampak banjir di Sergai sekitar 3.983 Kepala Keluarga atau sekitar 15 ribu jiwa. Kecamatan Sei Rampah menjadi yang terparah yakni sekitar 2.734 Kepala Keluarga.
Dirikan Posko Banjir
Respon cepat yang dilakukan Pemkab Sergai juga dengan mendirikan posko banjir di beberapa titik rawan bencana. Melalui Dinas Sosial juga telah memberikan bantuan bahan pangan/sembako kepada korban banjir.
Sementara itu, Dinas Kesehatan juga mendirikan posko pemeriksaan kesehatan dan pengobatan di beberapa titik lokasi banjir antara lain; tanggul bantaran Sungai Rampah, Kebun Pala Sei Rampah, Dusun XVI Suka Damai Diseluruh lokasi banjir terus dilakukan pemantauan kesehatan bagi korban banjir dengan menurunkan Pusling/Ambulance, melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga korban banjir dan terus berkoordinasi dengan Aparatur Desa jika ada masalah kesehatan.












