“Bagi saya, keberadaan bilal mayyit sangat berharga. Jenazah dimandikan dengan benar dan didoakan banyak orang. Tidak semua orang memiliki kesempatan mendapatkan pelayanan seperti itu, sehingga peran bilal mayyit sangat berarti,” ujar Rico Waas.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang tersebut perlu terus dilakukan melalui pembinaan yang berkelanjutan. Pemahaman mengenai tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan hingga proses pemakaman harus dilaksanakan berdasarkan syariat Islam dan standar operasional yang telah ditetapkan.
“Kalau dijalankan sesuai SOP, tentu kualitasnya akan semakin profesional. Karena itu, pemahaman mengenai tata cara bilal mayyit harus terus diperkuat,” katanya.
Rico Waas juga mengapresiasi langkah BMI Kota Medan yang telah menyusun buku panduan pengurusan jenazah. Menurutnya, keberadaan buku tersebut dapat menjadi acuan bersama agar pelaksanaan tugas bilal mayyit di berbagai wilayah memiliki standar yang sama.
Selain peningkatan kompetensi, ia juga memandang perlu adanya penguatan organisasi hingga tingkat kewilayahan. Dengan demikian, masyarakat di setiap lingkungan memiliki akses terhadap bilal mayyit yang memahami tata cara pengurusan jenazah secara benar.












