“Persaingan untuk menjadi yang terbaik untuk dihadapi dalam rangka mengukur dan menimbang tingkat kualitas dari program kerja yang telah dilaksanakan, sehingga keseimbangan antara perencanaan, pelaksanaan, pengawas serta evaluasi dapat teranalisa dengan baik, cermat dan terukur,” ujarnya.
Sri Ayu menjelaskan, kegiatan evaluasi yang seharusnya tiap tahun dilakukan sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Kondisi ini telah memberikan berbagai dampak terutama anggaran dan kebijakan lainnya, sehingga menjadi hambatan dalam mencapai tahapan yang diharapkan.
“Tapi kabupaten/kota mampu bertahan dalam mempertahankan kinerja dan tekad untuk maju telah terbukti dengan hadirnya tim evaluasi PKK Provinsi untuk meninjau secara langsung ke lokasi kegiatan, terkait lomba tertib administrasi, PAAR, UP2K, Hatinya PKK dan IVA test,” sebutnya.
PKK kabupaten/kota mampu menghimpun berbagai informasi tentang keunggulan-keunggulan dalam bentuk kreativitas maupun inovasi yang dimiliki. Tapi tetap mengutamakan instrumen penilaian indikator masing-masing lomba.
Istri Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah ini menambahkan, pada tahap evaluasi tahun ini, hanya menentukan peringkat juara 1 sampai 3 dan harapan 1 sampai 3 untuk kabupaten serta peringkat juara 1 sampai 3 untuk kota dari masing-masing jenis lomba.












