Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Sosial

Takdir, Ikhtiar, dan Amanah Manusia: Jalan Tengah dalam Pandangan Al-Qur’an

×

Takdir, Ikhtiar, dan Amanah Manusia: Jalan Tengah dalam Pandangan Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini

Al-Qur’an Menegaskan Jalan Tengah antara Kepasrahan, Usaha, dan Tanggung Jawab Manusia

Takdir, Ikhtiar, dan Amanah Manusia: Jalan Tengah dalam Pandangan Al-Qur’an.

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Keseimbangan ini berpuncak pada prinsip pertanggungjawaban. Al-Qur’an menegaskan bahwa setiap perbuatan akan dihisab, sekecil apa pun. “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat balasannya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat balasannya” (QS. Az-Zalzalah: 7–8). Bahkan, pendengaran, penglihatan, dan hati pun akan dimintai pertanggungjawaban (QS. Al-Isra’: 36). Ini menjadi bukti kuat bahwa Islam menolak konsep kepasrahan buta yang mematikan tanggung jawab moral.

Al-Qur’an juga menegaskan hubungan langsung antara usaha dan hasil yang diterima manusia. “Dan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (QS. An-Najm: 39). Ayat ini tidak menafikan takdir, melainkan menempatkan usaha sebagai bagian dari sunnatullah dalam kehidupan.

MEMPROSES ADSENSE...

Dengan demikian, takdir dalam pandangan Al-Qur’an bukanlah alasan untuk berhenti bergerak, melainkan kerangka Ilahi yang mengiringi ikhtiar manusia. Manusia bergerak karena kehendak Allah, tetapi tetap diminta bertanggung jawab atas geraknya. Di sinilah letak kemuliaan sekaligus ujian manusia sebagai pemikul amanah.

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan