Adami menjelaskan, maraknya aksi geng motor dan pembegalan telah menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas warga, terutama mereka yang bekerja pada malam hari.
“Dengan maraknya geng motor serta begal ini, banyak masyarakat yang ketakutan kalau harus keluar malam. Apalagi masyarakat di sekitar sini banyak yang harus bekerja di malam hari, dan akibat mereka takut nyawanya hilang akhirnya terpaksa berhenti bekerja,” ujarnya.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat segera mengambil langkah tegas untuk mengamankan para pelaku. Menurutnya, kehadiran polisi sangat dibutuhkan agar situasi keamanan kembali kondusif dan masyarakat tidak lagi dihantui rasa cemas.
“Harapannya supaya aparat kepolisian cepat menangani maraknya aksi tawuran dan begal yang dilakukan geng motor ini, sehingga masyarakat yang beraktivitas di malam hari bisa merasa tenang,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, saat dikonfirmasi terkait video tawuran tersebut menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap rekaman yang beredar untuk memastikan kronologi dan pihak-pihak yang terlibat. Langkah lanjutan akan dilakukan sesuai hasil pendalaman di lapangan.












