Ia menambahkan, pola kerja yang diterapkan di dua lokasi tempat kejadian perkara (TKP) memiliki kesamaan, yakni fokus pada pemasaran digital secara agresif. Para pelaku juga membuat berbagai konten promosi yang dirancang menarik guna memancing minat calon pemain.
Menurut Bayu, konten-konten tersebut sengaja dibuat untuk memberikan kesan bahwa perjudian online mampu memberikan keuntungan secara cepat dan mudah. Strategi ini dinilai efektif dalam menjaring korban dari berbagai kalangan.
“Konten-konten yang dibuat ini tujuannya untuk menarik member atau pemain agar tertarik bergabung. Jadi, ada pola promosi yang terstruktur dan berulang,” katanya.
Setelah calon pemain menunjukkan minat, para pelaku kemudian mengarahkan proses pendaftaran secara bertahap. Mulai dari registrasi akun, pengisian saldo atau deposit, hingga pemilihan jenis permainan yang tersedia seperti slot, casino, roulette, judi bola, dan togel.
Lebih lanjut, Bayu mengungkapkan bahwa pemain yang telah terdaftar diarahkan untuk melakukan pengisian saldo melalui akun tertentu atau dompet digital. Dana tersebut kemudian digunakan untuk bermain, dengan mekanisme pengiriman hasil kemenangan apabila pemain berhasil meraih keuntungan.












