“Lantas selain di RPJM kita, bangunan yang ada itu dan tuntutan daripada masyarakat kita adalah berdiri nya Perguruan Tinggi.
Kita mencoba untuk menjumpai Universitas Sumatera Utara (USU) agar mau USU mau membuka kampus jarak jauh, diluar kampus utama. Kita bersama rombongan audiensi kesana, disambut oleh Rektor USU dan Wakil Rektor, setelah dikaji mereka tidak sanggup, karena kesulitan personil dan biaya operasional. Saya tidak putus asa, pergi ke Kementerian Kesehatan, karena sedang menghadapi Covid ini, Kementerian Kesehatan tak sanggup membangun Pendidikan Tinggi di Tebing Tinggi ini” Kata Walikota.
Walikota menjelaskan hingga akhirnya ke Kementerian Agama, menjumpai Sekjen dan UIN menyambut baik. Maka di Jakarta ditandatangani kesepakatan kita, letter of intent. “Kesepakatan tersebut ditandatangani saya dan Bapak Basyaruddin. Sebelum kita serahkan dibentuklah tim untuk melakukan inventarisasi, apa saja yang mau diserahkan, berdasar Permendagri, karena kalau nilainya diatas 5 Milyar diperlukan rekomendasi dari DPRD. Kita hitung aset kita, lebih dari 15 Milyar” Urai Walikota.
“Oleh karena itu bersama UIN, kami menyampaikan surat untuk minta rekomendasi ke DPRD. Dan kami berharap ini bisa terealisasi dengan cepat supaya bisa beroperasional Tahun 2021-2022 ini” dijelaskan Walikota.












