Selain itu, hingga Februari 2026, sebanyak 460 tenaga kerja telah difasilitasi untuk bekerja ke luar negeri, dengan tujuan utama Malaysia dan negara lainnya melalui jalur resmi guna mencegah praktik perdagangan orang.
Dengan capaian tersebut, pihaknya optimistis target penempatan 10.000 tenaga kerja pada 2026 dapat tercapai, bahkan berpotensi melampaui target.
“Belum ada program seperti ini. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Di sisi lain, salah seorang pelamar kerja, Cantika Lola, lulusan Universitas Sumatera Utara, mengaku program ini sangat membantu pencari kerja dalam memperoleh informasi dan kesempatan kerja.
“Acara ini sangat bermanfaat bagi para pencari kerja seperti saya dan teman-teman. Kegiatannya juga sangat informatif karena dibagikan melalui media sosial,” katanya.
Ia berharap peluangnya untuk mendapatkan pekerjaan semakin terbuka melalui program tersebut.
“Semoga ke depannya saya bisa diterima dan semakin banyak informasi yang memudahkan kami para pencari kerja,” harapnya.












