Badan kami bertiga disiram minyak solar, sambil teriak bakar, namun ada juga yang menunjangi kami agar terjun kelaut yang dalamnya 5 meter, “kami dipaksa terjun bang,” terang Herman.
Usai terjun ke laut, mereka masih melakukan aksi kekerasan, seolah – olah ingin membunuh anak buah kapal (ABK).
Dalam kondisi yang lemah sambil minum air laut, kami masih ditabrak dengan kapal motor mereka, ketika kapal mereka mengarah ke kami, terpaksa kami menyelam, ketika timbul kami dipukul dengan kayu, jelas Herman sambil menyeka air matanya.
“Kami sudah pasrah bang, tenaga untuk berenang sudah habis, kami hanya diam sambil mengapung,” ulas Herman.
Salah seorang nelayan melemparkan pelampung dan kami dibawa ke salah satu pantai wisata, “sampai di pantai Rahim kami masih dipukuli,” terangnya.
Kami tidak tahu apakah kapal motor kami sudah tenggelam karena di bakar atau tidak, dan kami dibantu warga setempat, dan diantar oleh security Aqua Pam Pantai Cermin, sampai di simpang Jalinsum, ujar Herman dengan lesu.
Kami sudah melakukan jalur hukum, dan melaporkan ke Polres Serdang Bedagai, mohon pihak Kepolisian agar mengusut tuntas kasus pemukulan ini, pinta Herman.












