Pada kesempatan tersebut, puluhan peserta mengikuti workshop secara hybrid atau daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan). Kepada para peserta, diharapkan dapat menjadi pengelola informasi publik yang kreatif, inovatif, dan profesional. “Serta memiliki kemampuan untuk menciptakan citra positif dan pelayanan publik, sehingga masyarakat dapat menerima informasi secara utuh, benar dan tepat, ” sebutnya.
Pemateri workshop, wartawan senior sekaligus pengajar jurnalistik Nurhalim Tanjung yang mengisi materi tentang pembuatan rilis pers mengatakan, rilis harus dibuat dengan menarik. Sehingga banyak media yang akan mengambilnya. Dengan begitu, informasi yang disampaikan oleh pengelola informasi publik akan tersebar luas.
Selain itu, workshop juga diisi oleh Bersihar Lubis, wartawan senior. Bersihar mengisi materi bagaimana membuat tulisan menjadi menarik. Dikatakannya, agar menarik, para penulis harus sekreatif mungkin dalam mengolah informasi yang didapat.
Salah satu cara kreatif menulis berita, menurut Bersihar, adalah menggambarkan kondisi peristiwa terjadi. Itu akan membuat pembaca hadir dan menyaksikan peristiwa tersebut. “Jika anda melakukan itu, percayalah berita anda akan dibaca orang sampai tuntas, ” kata Bersihar yang juga Mantan Wartawan Tempo itu.












