Dua orang wartawan, Purnomo dan Taufik juga mengaku tidak bisa keluar, ditambah cuaca hujan dan jalan macat.
Taufik mengatakan dirinya terpaksa menggunakan sepeda motor walau cuaca hujan, dan langsung memantau kemacatan yang terjadi.
“Dari Desa Sumber Padi, Lima Puluh sampai Desa Durian, Sei Balai. Kalau gak percaya ini aku video call, posisiku di Petatal.” sebut Taufik.
Dari video call terlihat truk dan mobil angkutan lainnya dalam posisi berhenti.
Salah seorang warga pengguna jalan, sempat mengunggah melalui akun facebook Ririn Lestari, menuliskan “macatnya luar biasa dr simpang Teluk Bayur sampai Meranti, mana hujan rintik – rintik, teles kebes jadinya. Adem,” sambil memajangkan emoji menangis.
Ditambah komentar dari akun Raden Joko Samudro, mengatakan, “sudah lima jalur berlapis, mulai dari Lima Puluh, sampai Bunut, bentar lagi sampek Kisaran bang,” tulis Joko di Facebook.
Pada pukul 16.00 WIB, wartawan lakukan video call dengan Taufik, dan terlihat mobil masih macet, dan kiri kanan mobil berjejer.
Penulis : Sholeh Pelka
Editor : Mery Ismail S.sos












