Ia menambahkan, pada pengamanan Nataru nanti, terdapat berbagai potensi gangguan yang harus diwaspadai. “ Dari sisi kesehatan, kita harus tetap waspada terhadap potensi terjadinya lonjakan Covid-19, terlebih saat ini telah muncul subvarian baru omicron BN.1 yang lebih cepat menular.
Selanjutnya dari sisi keamanan terdapat beberapa potensi gangguan yang juga perlu diwaspadai, seperti; kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas jalan dan penyeberangan antar pulau serta kepadatan pada bandara, terminal dan Pelabuhan.
Terkait kejahatan konvensional, Kapolri menegaskan untuk meningkatkan patroli pada daerah rawan dan objek vital serta lakukan sosialisasi guna meningkatkan standar keamanan lingkungan dan tempat tinggal terutama bagi masyarakat yang bepergian.
Tak hanya itu, ancaman terorisme juga menjadi potensi gangguan yang serius. Kapolri menekankan bahwa aksi terorisme seperti di Polsek Astana Anyar tidak boleh terjadi. Oleh karenanya, kedepan deteksi dini dan preventive strike guna mencegah aksi-aksi terorisme, serta lakukan penjagaan ketat pada pusat keramaian maupun tempat ibadah yang berpotensi menjadi target serangan teror.












