Dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Langkat Rina W Marpaung juga memaparkan potensi apa saja yang dimiliki keempat desa yang akan dikembangkan tersebut. Rina menjelaskan pihaknya telah melakukan survei untuk melihat kelebihan dan kekurangan ke desa-desa tersebut.
“Konsep yang diterapkan di Bukit Lawang adalah ekowisata yang mengutamakan aspek konservasi alam, pembelajaran, partisipatif serta mendukung pemberdayaan sosial, budaya dan penggerak ekonomi masyarakat lokal menjadi,” katanya.
Empat desa yang akan dipoles tersebut, lanjutnya, telah disepakatinya secara tertulis oleh seluruh Kepala Desa, bahkan di antaranya sudah mendaftarkan untuk BUMDes. Skema balkondes juga akan dilakukan dengan didampingi BUMN dan BUMS sekitar.
“Kami juga akan melakukan upaya pemenuhan kegiatan ekonomi lokal dengan mengidentifikasi daya tarik, fasilitas, kelembagaan dan paket wisata serta melakukan upaya lainnya di antaranya juga pemenuhan infrastruktur, sarana dan prasarana,” ujar Rina.
Masalah lain, selain infrastruktur jalan, pihaknya juga telah mencatat di antaranya listrik yang sering padam, jaringan internet lemah, ATM belum tersedia, pembangunan poliklinik, dan lainnya. Sementara itu, untuk atraksi dan promosi pihaknya mengaku telah menyusun program Pekan Budaya, Event Jungle Trail Running, Tour to Bulungan, Rafting, Tubing, Festival Kuliner, Festival Bukangta Tahunan dan lainnya.












