Ahmad Hadian yang juga Konsultan Kepribadian ini juga mengingatkan para orang tua agar selektif memilih sekolah. Jangan hanya karena mewah atau murah, tapi perhatikan sistem pendidikan yang dijalankan dan kenali kredibilitas penyelenggaranya. Pilih saja sekolah yang normal, jangan yang aneh-aneh misalnya mengajarkan ilmu-ilmu supra natural / meta fisika dan mengajarkannya harus pake ritual-ritual khusus dan lainya. Itu rentan penyimpangan.
Perlu diwaspadi juga, katanya lagi, ajaran menyimpang seperti ada yang meyakini bahwa hubungan seksual bisa dilakukan setelah laki-laki dan perempuan sepakat menikah sementara waktu tanpa wali dan saksi. “Tidak ada yang begitu dalam ajaran Islam. Makanya korbannya banyak dan kejahatannya berulang sampai ada yang hamil 2 kali. Kalau mereka faham itu penyimpangan, tidak akan terjadi yang seperti itu,” katanya.
Pemahaman seperti itu, tambah anggota dewan dari dapil Batubara, Asahan dan Tanjungbalai ini, perlu diberikan kepada anak-anaka yang di Ponpes atau sekolah biasa, bahwa mereka harus berani bicara dan berani menolak. Jika ada indikasi-indikasi aneh dalam lingkungan sekolah / ponpes, segera laporkan ke orang tua atau guru yang dipercaya.












