Brigjen Mardiaz pun mengajak warga Sukabumi untuk sama sama bertanggung jawab dengan telah ditetapkannya Kota Sukabumi sebagai kota polisi.
Ketua DPC Masata Sukabumi Raya Irman Firmansyah mengatakan dengan ditetapkannya Sukabumi sebagai kota polisi dapat mengangkat bidang sejarah dan pariwisata. Sebab, selama ini tidak banyak orang yang mengetahui sejarah pendidikan polisi yang cukup kuat di Sukabumi, begitupun dengan tokoh-tokoh Polri banyak yang dilahirkan atau lulusan Sukabumi, kata Irman,
Irman yang juga penulis buku “Soekaboemi the Untold Story”, berharap branding Kota Sukabumi sebagai kota polisi dapat mengangkat pariwisata dengan narasi yang bisa digali dan menarik orang untuk berkunjung.
“Semoga ini pun menjadi trigger bagi Mabes Polri untuk menjadikan Sukabumi sebagai percontohan polisi ideal, baik dari infrastruktur manajemen maupun layanan kepolisian,” ucap Irman.

Penetapan Kota Sukabumi sebagai kota polsi juga mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, yang menyampaikan branding yang diusung oleh Kota Sukabumi yaitu sebagai kota polisi sangatlah sesuai untuk dikembangkan karena keberadaan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri berada di Sukabumi dan berdasarkan dari sisi sejarah juga tidak bisa dilepaskan antara keberadaan masyarakat Sukabumi dengan keterkaitan terhadap polisi dengan potensi tersebut kedepannya diharapkan Kota Sukabumi memiliki berbagai atraksi dan daya tarik yang luar biasa dalam mendukung pengembangan pariwisata yang inklusif berkualitas dan berkelanjutan serta dapat mendatangkan wisatawan Nusantara maupun mancanegara untuk berwisata ke Kota Sukabumi, Kemenparekraf sangat mendukung penetapan Sukabumi sebagai kota polisi, mari kita bersama jaga Indonesia bangkitlah pariwisata Indonesia pulihkan ekonomi dan buka lapangan kerja, ungkap Sandiaga Uno.












